"Everyone has a story to tell. There’s a reason why they are the way they are. So, before you start talking, please look in me, in my eyes of words, where I pour everything that crippling up inside my only heart that still beating alive. There will be some connections between our lines where we could meet up at some point, understand each other. Spread the love that once we had. Stay safe & stay alive."

Momen Indah


Bicara soal momen-momen indah,
Ada sesuatu yang mengusik hati.


Di mana,
pada saat itu aku masih kecil.


lewat tahun 2009.


Di mana aku masih 'standard five'
Aku punya ramai teman berbual.
Aku punya ramai rakan bermain.

Malah,
sedikit pandai milih pacar.

Oops.


Namun, 
yang indahnya adalah sahabat.
di mana letaknya satu janji.


Dalam berteman,
ada manis.
ada pahit.


Walaupun kami sering bertengkar.
Hanya karena masalah 'cemburu' aku berteman lebih.
Hm, bagiku ianya momen indah.

Momen di mana aku masih tidak mengerti erti sebenar hidup.
belum mengerti erti sebenar sahabat.


Satu hari,
kami bertengkar sehingga tidak bertegur.


Lalu,
aku fikir untuk tuliskan surat buatnya.
Dalam diam, dia turut menulis buatku.


Yang pasti nota penting pasti ada tiap kali berbalas surat.
Nota yang bertanda;

"Simpan surat ini sampai besar tau."

Kadang terasa seperti ingin mengulang kembali.
Mengulang momen-momen saat kita bersama.

Bisa atau tidak ya?


Namun, 
semuanya Tuhan sudah tetapkan masanya.


Sesuatu yang masih ku simpan.





psst; masihkah kau ingat, teman? Moga Tuhan merahmatimu.

1 comment:

  1. Alolo,nak menangis bacer :( But that is the fact, kte semakin tua ! >.<

    ReplyDelete