"Everyone has a story to tell. There’s a reason why they are the way they are. So, before you start talking, please look in me, in my eyes of words, where I pour everything that crippling up inside my only heart that still beating alive. There will be some connections between our lines where we could meet up at some point, understand each other. Spread the love that once we had. Stay safe & stay alive."

Hujan

Bismillahirrahmanirrahim




2341 - 29 Zulkaedah 1433


Saat ini. Ketika ini.
Hujan masih lagi turun membasahi bumi  Rawang.
Merenung ke luar jendela, memerhati titisan hujan.

Bagaimana titisan itu jatuh membasahi bumi tanpa merasa sedikit pun kesakitan?
Bagaimana titisan itu mampu turun dari langit yang tinggi tanpa sesiapa yang menumpahkannya?

Mataku terus meliar melihat titisan itu.
Sungguh hebat kekuasaan-Nya.
Kagumku sehingga kelu untuk berkata,
hanya mampu menghabiskan dakwat mata pena untuk meluahkan.

Mencari Rahmat-Nya.
Menikmati ketenangan didalam  rahmat-Nya.
AllahuAkbar.


Minda ligat mengembalikan memori.Teringat sesuatu.
"Jangan sesekali merungut saat hujan , kerana setia titisan itu Rahmat."
Pesanan seorang Umi kepada anaknya, Aku.



Ya Allah, jadikan hujan ini sebagai hujan rahmat buat diriku serta hamba seperjuanganku,Umat Islam lainnya.





---
Zaman kanak-kanak dahulu, memang suka merungut apabila turunnya hujan. Maklumlah, hujan semestinya dikurung dalam rumah. Kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya sangat besar. Namun sayangnya Allah lebih besar. SubhanAllah.

No comments:

Post a Comment